Para murid, guru, dan tetua merasakan kekuatan mereka perlahan menghilang, diserap oleh formasi itu. Sementara itu, aura Shen Mo semakin meningkat, mencapai puncak immortal tingkat akhir. Formasi Sangkar Naga Kegelapan adalah formasi rahasia yang memiliki fungsi sebagai sangkar sekaligus menyerap energi spiritual yang ada didalam sangkar, dan kehebatan formasi ini, pemilik dapat memilih siapa orang yang diserap energinya dan kemana saja energi ini akan di alirkan.

"Bagaimana sekarang? Kita akan mati." suara kepanikan dari para murid mulai terdengar. Mereka ingin melawan, namun melihat kekuatan yang di tunjukkan oleh Shen Mo membuat mereka tidak berkutik.

"Kekuatanku menghilang." kata yang lainnya.

"Kekuatanku juga." kata murid lainnya dengan panik. Mereka merasa frustasi dengan kenyataan di depan mereka. Ketua Sekte mereka memiliki tingkatan yang kalah dengan pria tua yang menyerang mereka. Satu-satunya kesempatan adalah leluhur mereka yaitu ketua sekte sebelumnya yang juga berada di tingkatan immortal yang dapat menyelamatkan mereka. Namun leluhur mereka kini meninggalkan duniawi dan fokus untuk meningkatkan kekuatan mereka di dimensi lain, dunia kecil yang mereka ciptakan untuk menghindari gangguan.

Li Wei, yang masih duduk lemah, menggigit bibir hingga berdarah. "Guru Yuan," bisiknya dengan suara gemetar, "tolong... lakukan apa yang aku minta sebelumnya. Ini satu-satunya kesempatan kita."

Guru Yuan, yang masih berusaha menyalurkan Qi untuk mengobati Li Wei sebelum energinya terkuras habis, mengangguk pelan. Matanya penuh ketegangan saat dia melihat sekeliling. Para murid dan guru lainnya mulai terjatuh satu per satu, energi mereka terkuras habis. Bahkan para tetua yang kuat pun terlihat kesulitan menahan tekanan formasi itu.

Tetua Huang, yang sebelumnya diam, tiba-tiba melangkah maju. "Tuan, Ini bukan yang kita sepakati!" protesnya, suaranya gemetar. "Jika semua murid kalian sakiti, sekte ini menjadi tidak berguna. Apa gunanya aku menjadi ketua sekte jika semua murid tiada?"

Shen Mo hanya tersenyum dingin, tidak peduli dengan protes Huang Jian. "Janji hanya untuk mereka yang setara denganku. Kau hanyalah pion, Huang Jian. Jangan lupa posisimu. Dengan mengikutiku, tanpa sekte Api Langit, kamu tetap bisa membangun sekte lain yang lebih kuat dan menjadi yang terkuat di benua ini."

Tetua Huang hanya bisa diam dan berusaha menahan amarahnya karena merasa percuma untuk melawan. Dia harus bertahan hidup, itu yang menjadi prioritasnya saat ini.

"Tetua mereka saja sudah di tingkat immortal, aku yakin kekuatan di belakangnya pasti tidak bisa di remehkan. Dimana mereka bersembunyi selama ini? Bahkan pengikutnya berada di ranah grandmaster." batin tetua Huang.

"Apakah kamu masih belum mau mengatakan dimana kunci dimensi tersebut?" tanyanya sambil menatap tajam ketua sekte.

Ketua sekte, yang masih terluka parah, mencoba bangkit. "Aku tidak akan memberimu kunci itu, Shen Mo! Kau hanya akan membunuh kami semua setelah kunci diberikan!"

Shen Mo mendesis, matanya menyala dengan amarah. "Kalau begitu, aku akan membunuh mereka satu per satu sampai kau menyerah." Tangannya mengarah ke Ling Mei, yang masih terikat di tiang. "Dia akan menjadi yang pertama."

Guru Yuan, yang melihat situasi semakin genting, tiba-tiba berteriak. "Tunggu! Jangan bunuh lagi! Aku... aku tahu di mana ketua sekte menyembunyikan peta tempat kunci dimensi itu!"

Shen Mo memutar tubuhnya, matanya menyipit penuh kecurigaan. "Kau berbohong," gumamnya, suaranya dingin.

Tetua Huang menatap Guru Yuan dengan tatapan tidak percaya. "Yuan, apa yang kau lakukan?"

Guru Yuan mengangguk pelan, matanya berbinar dengan tekad, dia tidak punya pilihan lain selain mempercayai Li Wei. "Aku tidak sengaja melihat ketua sekte menyembunyikan peta itu di tubuh Ling Mei. Aku tidak punya alasan untuk berbohong."

"Guru Yuan, jangan beritahu mereka. Kami tidak takut kepada kematian. Kami rela mati demi melindungi kunci tersebut." teriak seorang tetua yang tidak ingin fragmen senjata iblis kembali dibangkitkan, namun guru Yuan bersikap seolah tidak mendengarnya.

Shen Mo merenung sejenak, lalu mengangguk. "Baiklah. Huang Jian, periksa tubuh wanita itu."

"Tunggu dulu, dia adalah wanita. Tidak sepantasnya seorang pria menggeledah seorang wanita." protes guru Yuan.  Dia harus berhasil menjalankan rencana seperti yang di minta Li Wei untuk merobek kertas formasi, meski dirinya tidak yakin, namun tidak ada pilihan lain.

"Kamu pikir aku peduli dengan hal seperti itu? Huang lakukan." Kata Shen Mo dengan nada tegas.

Tetua Huang dengan berat hati bangkit dan mendekati Ling Mei. Namun suara guru Yuan menghentikannya lagi.

"Sebagai sesama wanita, aku tidak ingin melihat muridku dilecehkan, Jika kamu melanjutkan, meski kamu bisa membunuhku, aku tidak akan memberitahu seperti apa bentuk peta tersebut disembunyikan." kata guru Yuan dengan tegas.

Tetua Huang memandangi pria tua tersebut untuk menunggu instruksi karena dia sendiri merasa ragu setelah mendengar kata-kata guru Yuan.

"Lakukan, aku akan membuatmu merasakan rasa sakit yang jauh lebih menyakitkan dari kematian jika berani mempermainkanku." kata Shen Mo sambil memberikan kode kepada guru Yuan untuk maju.

Dengan tangan gemetar, guru Yuan memeriksa pakaian Ling Mei dengan penuh harapan adanya keajaiban. Setelah beberapa saat, dia menemukan sebuah kertas dengan gambar formasi yang tersembunyi di balik bajunya. "Inikah dia?" bisiknya, suaranya hampir tak terdengar.

"Aku harus merobeknya sekarang juga." batin guru Yuan.

Namun Shen Mo mengulurkan tangannya, dan kertas itu terbang ke genggamannya. Dia memeriksa kertas tersebut dengan cermat. "Ini kertas formasi biasa, tidak ada peta atau informasi apapun disini." geramnya.

Dia memeriksa lagi, formasi yang ada dikertas tersebut meski terlihat agak berbeda, dia memperkirakan kertas itu adalah gambar formasi yang dapat memberikan sinyal tanda bahaya, namun setelah memeriksa lagi dengan teliti, dia menemukan kertas formasi tersebut hanyalah sampah karena melihat tidak ada energi spiritual yang terdeteksi. "Kau membohongiku!" Dia meremas kertas itu dan membuangnya, lalu mengarahkan tangannya ke Guru Yuan. "Kau akan mati perlahan-lahan!"

Guru Yuan segera berseru, "Tunggu! Kertas itu memiliki rahasia! Beri aku kesempatan untuk membuktikannya!"

Shen Mo mengerutkan kening, lalu melemparkan kertas yang sudah diremas itu kembali ke Guru Yuan. "Cepat! Jika kau berbohong, aku akan menyiksamu sampai mati."

Guru Yuan dengan gemetar mengambil kertas itu. Dia berpura-pura memeriksa, lalu tiba-tiba merobek kertas tersebut menjadi beberapa bagian. "Maaf, ternyata ini hanya kertas palsu," katanya, mencoba menutupi ketakutannya.

Shen Mo marah besar. "Kau membuang waktu saja!" Dia mengeluarkan jarum beracun dari lengan bajunya dan melemparkannya ke arah Guru Yuan. Jarum itu menancap di bahu Guru Yuan, dan racunnya segera menyebar, membuatnya menjerit kesakitan.

***

Sementara itu, di tengah hutan, Lynx masih terlihat mengobrol dengan Arkha, Kael, dan Karim Mereka membahas berbagai hal yang terjadi di kerajaan Qingyuan, termasuk situasi politik yang semakin memanas dan ancaman dari sekte kegelapan serta klan tersembunyi yang mulai merambah ke wilayah mereka.

"Biasanya mereka akan tinggal di dimensi kecil sehingga kita tidak bisa menemukan mereka. Keberadaan mereka akan tersembunyi sehingga tidak ada yang dapat menemukan mereka." Kata Arkha menjelaskan.

"Dimensi kecil? Itu sebabnya aku tidak bisa merasakan keberadaan para kultivator Immortal. Seingatku hanya tiga orang saja yang kurasakan berada di ranah immortal di benua ini." batin Lynx setelah mengingat kejadian pertama kali memeriksa benua ini.

Meski memiliki ingatan dari leluhur Xiao Tang, jika Lynx tidak menggalinya, dia juga tidak akan mendapatkan informasi yang diinginkannya. Sedangkan istilah dimensi kecll sendiri berbeda dengan istilah dimensi yang mereka biasa gunakan, karena dimensi kecil  bukanlah keberadaan dunia paralel yang berbeda seperti dunia asal Lynx atau Lala, namun sebuah ruangan yang ada di sebuah artefak yang dibentuk menggunakan formasi sehingga memiliki kondisi seperti dunia asli, namun dalam lingkup kecil.

Sedangkan para immortal, dapat membuka dimensi ke dunia lain, menggunakan formasi dengan menggunakan batu roh, namun tanpa mengetahui lokasi keberadaan para manusia, mereka hanya akan muncul di tempat yang penuh kehampaan sehingga banyak dimensi yang tidak pernah di datangi oleh mereka.

